Doa dan Wirid Proteksi Diri dari Coronavirus

Oleh: Jumal Ahmad | Tanggal : September 23, 2020



Doa adalah senjata orang Mukmin’, demikian sabda Nabi Salallahu’alaihi Wa Salam. Hal ini disebabkan karena doa dapat dipakai untuk memerangi rasa kesendirian seorang hamba, melawan rasa putus asa, dan menentramkan hati. Sebagai inti ibadah, doa dapat digunakan sebagai sarana berkomunikasi dengan Allah Subhanahuwa Ta’ala, mengeluhkan berbagai kesulitan hidup, dan memohon segala sesuatu kepada-Nya.

Dari riwayat kehidupan Rasulullah Salallahu’alaihi Wa Salam dapat kita ketahui bahwa hampir seluruh waktu keseharian beliau dihabiskan untuk berdoa, berzikir dan bermunajat kepada Allah Subhanahuwa Ta’ala. Setiap pagi dan sore hari Nabi Muhammad Salallahu’alaihi Wa Salam menganjurkan umatnya untuk membaca zikir sebagai penjagaan sehari penuh. Jika membaca doa pagi hari maka akan terjaga dari pagi sampai sore hari, dan membaca doa sore hari, akan terjaga sampai pagi hari kembali.

Doa ini semakin banyak dibaca semakin baik, maka tidak ada batasan jumlah dalam berdoa, jumlah tiga kali bisa dijadikan acuan minimal. Perbanyak berdoa lebih baik ketika hati terasa sakit dan keterikatan dengan Allah Subhanahuwa Ta’ala sudah mulai melemah.

Terkait dengan doa virus Corona dalam judul di atas, kami tidak bermaksud menta’yin doa tertentu sebagai doa Corona . Sejatinya doa saja tidak cukup, menghadapi wabah atau penyakit juga harus disertai usaha pencegahan dan pengobatan kepada yang lebih ahli. Meski demikian, Darul Ifta’ di Mesir memberikan saran beberapa doa yang bisa digunakan untuk menghindari penyakit termasuk virus Corono. Doa, ruqyah dan zikir syar’i adalah petunjuk dari Nabi Saw sebagai bentuk perlindungan diri.

Setiap pagi dan sore, perbanyak membaca doa perlindugan berikut:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“BISMILLAHILLADZI LA YADLURRU MA’ASMIHI SYAIUN FIL ARDLI WA LA FIS SAMAI WA HUWAS SAMI’UL ‘ALIM

Artinya:

“Dengan menyebut nama Allah yang tidak ada sesuatu pun di bumi dan di langit yang bisa memberikan bahaya tanpa izinnya. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”

Nabi Salallahu’alaihi Wa Salam menjamin bagi siapa yang membacanya setiap pagi dan sore, tidak akan terkena bencana apapun. Suatu ketika Aban bin Usman yang meriwayatkan hadis ini lumpuh, sehingga membuat orang-orang seakan tidak percaya dengan hadis yang dia riwayatkan, lantas Aban mengatakan, ‘Demi Allah saya tidak berbohong kepada Usman dan Usman tidak berbohong kepada Nabi, saat terkena musibah ini saya sedang marah dan lupa mengucapkan doa ini’.

Hal ini menunjukkan bahwa, sikap marah, tempramental yang labil baik rasa sedih, takut, ketawa dan tangis atau terjebak dalam syahwat dan kelalaian adalah sebab-sebab yang bisa menghalangi fungsi wirid ini sebagai benteng diri, bahkan bisa merusakkan fungsi tersebut, baik karena setan membuat orang tersebut lalai saat temperament yang tidak menentu tersebut datang, khususnya marah, marah berasal dari setan dan inilah yang terjadi pada Abban ra, atau fungsi tersebut menjadi lemah karena adanya temperamental yang labil tersebut. Maka tidak mengherankan jika seseorang tertimpa oleh sesuatu padahal ia telah membaca wirid, hal itu karena ia telah membuat celah bagi setan yang dimanfaatkan untuk masuk darinya.

***

تَحَصَّنْتُ بِذِيْ الْعِزَّةِ الْجَبَرُوْتِ. وَاعْتَصَمْتُ بِالْمُلْكِ وَالْمَلَكُوْتِ، وَتَوَكَّلْتُ عَلَى الْحَيِّ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ إِصْرِفْ عَنَّا الْبَلَاءَ والْوَبَاءَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٍ.

“TAHASSAHNTU BIZIL ‘IZZATIL JABARUUTI, WA’ TASHAMTU BILMULKI WAL MALAKUUTI, WA TAWAKKALTU ‘ALAL HAYYILLADZII LAA YAMUUTU. ISHRIF ‘ANNAA AL-BALAA’ WAL WABAA’. INNAKA ‘ALAA KULLIM SYAI-IN QADIIR.”

Artinya:

“Aku membentengi diri kepada nama Tuhan yang mempunyai kemuliaan dan kekuatan, aku berpegang teguh pada Tuhan yang menguasai alam nyata dan alam ghaib, aku bertawakal kepada Tuhan yang hidup dan tidak mati selama-lamanya. Semoga kiranya Engkau hindarkan kami daripada bala’dan waba’. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.”

Doa ini paling banyak tersebar saat ini untuk menghindari penyakit seperti Corona. Doa yang lain, saya dapatkan dari laman Darul Ifta’ Mesir berbunyi :

ALLAHUMMA ISHRIF ‘ANNAL BALAA’ WAL WABAA’ WAL MIHAN, MAA DZAHARA MINHAA WAMAA BATHAN BIMAA SYI’TA WA KAIFA SYI’TA INNAKA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR, WA YASSIR LANAA KULLU AMRIN ‘ASHIIR.

***

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئِ الْأَسْقَامِ

“ALLHUMMA INNI A’UUDZUBIKA MINAL BARASHI WAL JUNUUNI WAL JADZAAMI WA MINAS SAYYI-IL ASQAAM”.

Artinya:

“Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari penyakit belang-belang, gila dan kusta, dan penyakit buruk lainnya.” (HR. Abud Dawud No. 1554).

Syaikh Usaimin mengatakan bahwa Nabi Saw pernah berdoa agar mengangkat wabah di Madinah, hal ini dijadikan dalil para ulama untuk membolehkan berdoa agar mengangkat wabah dan menolak suatu wabah.

Doa khusus untuk menghindari suatu wabah memang tidak ada atsar atau sumbernya, namun doa semisalnya pernah dinukilkan ulama Malikiyah dari jalan Syaikh Ahmaz Zaruuq. Secara garis besarnya, selama doa tersebut mengandung kalimat-kalimat yang tidak menyelisihi syariat, diperbolehkan menggunakan dan menjadikan doa perlindungan dengan syarat tidak muncul dari si individu keyakinan khusus terhadap suatu doa atau menjadikan kebiasaan sehingga seakan-akan menjadi sebuah ibadah.

Jumal Ahmad – Divisi Literasi RPI


Tags: , , ,

Jumal Ahmad

Bio:

Related Posts


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *