Membahagiakan Saudara

Oleh: Maghdalena | Tanggal : September 23, 2020



sumber: https://rpi.or.id

Saya sengaja membuka website rpi.or.id pagi ini, karena semalam selama hampir dua jam, seorang sahabat kesayangan dari seberang pulau yang jaraknya ribuan mil menelepon saya dan mencurahkan isi hatinya.


Bercerita panjang pendek tentang banyak hal. Berbagi beban dan bertukar nada tawa dalam riuh rendah yang memenuhkan semesta. Saya selalu senang setiap kali ia menelepon. Mungkin karena hati kami memiliki frekuensi yang sama. Sehingga meskipun belum sekalipun bertemu muka, kami seolah-olah telah bersahabat ribuan purnama.
Nah, kembali ke kalimat awal saya tadi, pagi ini saya sengaja membuka website RPI, berniat ingin memposting sebuah puisi berisi sebuah semangat untuk sahabat saya ini. Saya ingin dia tahu, dan menyadari bahwa dia tidak lemah. Dia tidak se-tidak berdaya itu. Dia adalah mutiara. Saya ingin dia mencamkan dalam hatinya, bahwa keberadaannya adalah secercah sinar bagi banyak orang.
Dan pada akhirnya, saya posting sebuah puisi berjudul “Duhai Dahlia”. Puisi itu khusus untuknya. Entah dia tahu atau tidak, tapi saya berharap melalui perantara malaikat, bahwa saya sayang padanya, dan tidak ingin ia berlama-lama larut dalam perasaan insecure dan merasa tidak berguna.


Saya baru hendak akan menutup laman website RPI tersebut, ketika tiba-tiba saya scroll ke bawah dan melihat sebuah kalimat: “Author Terbaik”.
Seketika saya tersentak. Ada nama saya di list teratas. Seketika hati saya menghangat. Ahh..  pandai benar admin website ini menumbuhkan rasa bahagia di dalam jiwa saya.

Terlepas dari apakah tulisan saya berkualitas atau tidak, tapi saya tahu bahwa predikat author terbaik itu disematkan bagi para penulis yang paling rajin memposting tulisan.

Saya tercenung beberapa jenak. Sesungguhnya, mudah saja memberikan kebahagiaan bagi saudara kita. Dengan reward-reward sederhana seperti ini, atau dengan membalas pesan mereka di grup walau hanya dengan sebuah jempol, bertanya kabar di pagi hari, dan banyak cara lain, untuk membuat saudara-saudara kita merasa bahagia, merasa berharga.

Maka pagi ini, saya kembali berkontemplasi. Bercakap-cakap dengan hati, sembari saya berdoa kepada Allah, agar Dia menjadikan hati saya senantiasa lembut dan peka dengan keadaan saudara saya. Saya meminta pada-Nya, agar hati saya tidak keras, tidak dipenuhi oleh ego dan perasaan merasa lebih baik dan lebih hebat.

Saya berdoa kepadaNya, agar Dia senantiasa menjaga hati saya senantiasa rendah, menjaga tutur saya agar selalu menyejukkan hati saudara-saudara saya.

Dan tentu saja, kepada admin website ini, saya ingin mengucapkan terimakasih.

Terimakasih karena telah menghangatkan hati saya pagi ini. Dengan sebuah penghargaan sederhana, yang memotivasi saya untuk terus berkarya.


Salam produktif untuk kita semua.


Maghdalena
Ketua DPW RPI Sumatera Barat


Tags: , , , , ,

Maghdalena

Bio:

- Belajar, dan Terus Belajar - Ketua DPW RPI Sumatera Barat.

Related Posts


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *