Nyanyian Tepi Jalan, Menjelang Malam Usai

Oleh: desmaha | Tanggal : September 26, 2020



engkau mengembun, di gemerlap lampu – lampu kota

malam tak sudi sampaikan nyanyianmu dari tepi jalan kepada rembulan,

tersimpan senyum lara, di petikan dawai  yang terayun.

senandung yang sama seperti kemarin – kemarin

kesendirian, kemiskinan, lengang.

tanpa nada lagi terngiang.

dedaun melambai terhadap angin

menusuk kengerian yang tak lagi sempat untuk ditakuti

sejak diawalinya kehidupan bersama panas terik

maka menjumpai malam adalah kematian

oh, engkau yang selalu bersama Tuhan

mengapa tak kau pinta surga menghampar?

bukankah derita adalah luka – luka bercabang

          di setiap lagu yang kau nyanyikan?

oh, petikan gitarmu yang semakin menyayat

di langit ada tarian bulan,

di pundakmu tarian beban.

sepertinya bumi ini sudah jenuh

ingin segera menutup malam yang telah redup

agar cepat sudahi pilu

nan terlanjur lebih dahulu, menjelma kabut di langit,.

aku lesat menjauh

kutipanmu terkenang,

lagumu kusimpan, dari balik kaca mobil.

Bandarlampung, September 2020


Tags:

Desmaha

Bio:

Related Posts

“Aku Pasti Pulang”

hadijahaz165 | September 26, 2020


Duhai Dahlia

Maghdalena | September 23, 2020


Ayah

desmaha | September 22, 2020


Gambar ilustrasi pusi seribu mimpi doc pixabay
Seribu Mimpi

Edrida Pulungan | August 2, 2020



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *