Mengenali Karakter Empat Generasi

Oleh: Maghdalena | Tanggal : December 24, 2020



MENGENALI KARAKTER EMPAT GENERASI
oleh Maghdalena

Saya sudah cukup lama tertarik untuk mendalami karakter generasi yang hari ini menguasai kancah kehidupan di dunia. Karena sepertinya akan sangat menarik mengupas tentang perbedaan-perbedaan karakter tersebut.

Pada tulisan kali ini, saya ingin mencoba mengupas secara sederhana terkait perbedaan karakter empat generasi, yaitu generasi baby boomers, generasi X, generasi Y (milenial) dan generasi Z.Kita sama-sama merasakan, zaman berubah dengan cepat. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat perikehidupan manusia berubah secara signifikan. Banyak hal yang berganti. Perubahan gaya hidup, cara manusia memenuhi kebutuhan hidupnya, jenis makanan, pola komunikasi, koordinasi, segalanya berubah. Perubahan tersebut banyak memberikan dampak positif juga negatif bagi kehidupan manusia.

Perkembangan IT dalam banyak aspek membuat kehidupan manusia menjadi lebih mudah. Berkomunikasi menjadi lebih lancar. Orang-orang yang terpisahkan jarak mampu berkomunikasi dan berinteraksi dengan lebih leluasa.Pola komunikasi dan interaksi dalam kehidupan manusia ditentukan juga oleh perbedaan generasi pada masanya.

Mengutip laman www.medium.com 22 Mei 2016, Strauss dan Howe mendefinisikan generasi sebagai agregat dari orang-orang yang lahir dalam rentang waktu sekitar 20 tahun atau sekitar panjang satu fase dari masa kanak-kanak, dewasa muda, usia pertengahan hingga usia tua.Dalam teorinya, pakar sejarah Amerika Strauss dan Howe mengatakan bahwa generasi yang sama akan mengalami berbagai peristiwa penting dan dalam sejarah hidup dan lingkup sosialnya, sehingga dapat dipastikan bahwa generasi tersebut akan berbagi sebuah pola kehidupan yang sama, kepercayaan serta perilaku-perilaku yang juga nyaris sama.

Hari ini, segala aktivitas di dunia baik di dunia kerja dan organisasi didominasi oleh empat generasi yang terdapat dalam gambar terminologi generasi sosial, khususnya generasi baby boomers, gen X, gen Y, dan Gen Z.

Masing- masing generasi memiliki pola pikir dan tata cara berorganisasi yang khas dan bahkan dalam banyak hal cenderung bertolak belakang.Menurut Becky Tumewu dan Erwin Parengkuan dalam buku terbarunya, yang berjudul Generation Gap(less), lima persen dari generasi baby boomers hari ini adalah mereka yang menduduki jabatan sebagai direktur sebuah perusahaan atau organisasi, dan juga anggota dewan.

Pemikiran mereka yang cenderung kolot dalam menjalankan roda organisasi dan juga dalam berpikir merupakan salah satu dampak dari pola pendidikan orangtua mereka yang merupakan generasi yang terlahir pada masa sulit, yaitu zaman perang yang berat dan sulit.

Ketika mereka menjadi pemimpin sebuah organisasi, generasi ini cenderung ikut campur dan merecoki pekerjaan tim di bawahnya. Mereka memiliki keyakinan bahwa setiap tugas dan pekerjaan haruslah sesuai dan mutlak sama dengan aturan yang berlaku. Mereka hanya memberikan sedikit toleransi, dan bahkan dalam banyak keadaan, mereka tidak memberikan toleransi sedikitpun atas pekerjaan yang menyimpang dari aturan yang ada.

Generasi baby boomers senang jika setiap aktivitas dan kegiatannya diatur oleh sekretaris atau orang yang dipercaya sebagai bawahan yang akan mengatur segala kegiatannya. Dan mereka dengan senang hati akan mengikuti jadwal yang diatur tersebut.Walaupun demikian, generasi ini terkenal sangat pekerja keras, optimis dan memiliki sebuah keteraturan yang jelas dalam menjalankan pekerjaannya. Mereka gampang ditebak, karena mereka menjalani segala sesuatu berdasarkan apa yang telah disepakati atau aturan yang telah dibuat sebelumnya.

Masih merujuk kepada penuturan Becky Tumewu dan Erwin Parengkuan dalam bukunya yang berjudul Generation Gap(less), Seni Menjalin Relasi Antar Generasi tersebut, saat ini di dunia kerja, atau dalam sebuah struktur organisasi, generasi X termasuk generasi yang masih cukup banyak menduduki posisi strategis dalam sebuah perusahaan atau dunia organisasi. Persentase keberadaan mereka adalah 25 persen.

Generasi ini memiliki cara kerja dan pola pikir yang berbeda dari generasi baby boomers. Mereka cenderung lebih santai dalam beraktivitas. Hal ini dikarenakan mereka juga sudah jenuh dengan aturan-aturan kuno yang dianut oleh generasi sebelum mereka.Jika generasi baby boomers memiliki sifat optimis dan pekerja keras, generasi X ini cenderung lebih skeptis dalam melakukan kegiatannya.

Mereka sering ragu-ragu untuk melakukan dobrakan pemikiran atau hal-hal yang layak diperjuangkan. Hal ini tentu saja sedikit banyak mempengaruhi cara kerja dan kinerja mereka dalam dunia kerja maupun dalam sebuah organisasi.

Generasi X cenderung lebih suka mengatur jadwal mereka sendiri. Dibandingkan generasi baby boomers yang lebih senang total dalam bekerja, generasi X ini seringkali membuat kelonggaran dalam setiap aktivitasnya. Mereka sering menyediakan waktunya untuk dihabiskan bersama keluarga. Karena generasi sebelum mereka seringkali tidak memiliki banyak waktu untuk keluarga, maka generasi X mencoba untuk memutus rantai ini dengan memberikan lebih banyak waktu menghabiskan waktu bersama anak-anaknya di rumah.

Generasi milenial atau generasi Y adalah generasi yang saat ini mendominasi dunia kerja dan aktivitas sebuah organisasi. Persentasenya mencapai 60 – 70 persen.Pada generasi ini terjadi pergeseran nilai secara ekstrem. Cara kerja dan pola pikir generasi ini adalah seringkali mencampuradukkan antara bekerja (atau aktivitas professional) dan bermain (bersenang-senang).

Mereka sangat mengutamakan efisiensi dan jaminan.Generasi ini cenderung senang melakukan aktivitas pekerjaan dan bermain atau bersenang-senang di satu tempat yang membuat mereka merasa nyaman yang dilakukan secara terbuka dengan coworking space.Dengan kata lain, mereka senang bekerja di satu tempat, main atau ngobrol dengan sesamanya di tempat tersebut, aktivitas makan juga di tempat tersebut. Perusahaan start up silicon Valley adalah salah satu perusahaan perdana yang mencoba metode ini.

Mengutip voffice.co.id, coworking space adalah ruang kerja baru di mana orang-orang yang berasal dari satu perusahaan atau organisasi tertentu bekerja bersama-sama dengan orang-orang yang berbeda perusahaan atau organisasi di satu tempat atau ruang yang sama.Coworking space menerapkan prinsip sharing atau berbagi. Dalam satu ruangan tersebut terdapat banyak individu, yang berasal dari komunitas, organisasi ataupun perusahaan yang berbeda-beda khususnya start-up. Biasanya terdapat satu ruangan bersama yang dapat digunakan selain juga terdapat ruangan-ruangan kecil yang dapat disewa untk digunakan oleh komunitas atau organisasi tertentu.

Generasi Y atau milenial juga sangat peduli dengan jejaring dan kolaborasi. Mereka memahami bahwa pada saat sekarang ini, jejaring dan kolaborasi adalah salah dua hal penting yang harus diperhatikan untuk mendapatkan banyak manfaat bagi kelangsungan hidup mereka, termasuk juga untuk menjaga stabilitas perekonomian dan kehidupan sosialnya.

Prinsip bekerja dan berorganisasi menggunakan coworking space ini adalah salah satu cara yang digunakan untuk menambah lingkaran pertemanan, menguatkan kolaborasi, selain juga karena hal ini adalah salah satu strategi untuk mengurangi biaya sewa ruangan atau kantor yang saat ini boleh dibilang mahal dan tinggi.Generasi Z yang merupakan generasi setelah generasi milenial. Banyak orang mengira bahwa generasi Z memiliki pola pikir, cara interaksi dan cara kerja yang mirip dengan generasi Y.

Padahal dalam kenyataannya hal itu tidak benar. Terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara dua generasi ini. Generasi Z cenderung lebih rapi dalam bekerja dan juga dalam pola pikir. Dalam melakukan sesuatu, baik di dunia kerja, dalam sebuah organisasi, maupun dalam kehidupan keseharian, generasi Z cenderung lebih rapi dan terorganisir.

Mereka lebih pragmatis, mereka juga memiliki nyali yang cukup besar dalam menyatakan pendapat kepada orang lain terkait pola pikir dan hal-hal yang tidak sesuai dengan pandangan hidup mereka. Namun terkadang mereka bersikap pesimis dengan lingkungan sekitar.

Generasi Z menginginkan adanya keseimbangan dalam kehidupan antara pekerjaan, dengan kehidupan sehari-hari serta keluarga. Berbeda dari generasi milenial yang cenderung santai dan suka mencampuradukkan banyak hal dalam satu waktu, generasi Z lebih teratur. Mereka menyukai sesuatu yang terencana.

Mereka tidak begitu menyukai sesuatu yang keluar dari kontrol, dikarenakan mereka terlahir dalam keadaan dunia sedang dalam keadaan kacau dalam pandangan mereka.

Memahami karakter masing-masing generasi membuat kita menyadari bahwasanya setiap generasi itu ternyata memiliki ciri khas, juga hal-hal baik yang dibutuhkan oleh dunia saat ini.Di lain kesempatan, saya akan coba menuliskan beberapa gesekan yang bisa saja terjadi antar generasi ini. Karena sudah pasti, perbedaan karakter tersebut akan menimbulkan konflik yang acapkali tidak bisa dihindari dalam banyak sisi kehidupan.

Padang, 20 Des 20


Tags: , , ,

Maghdalena

Bio:

- Belajar, dan Terus Belajar - Ketua DPW RPI Sumatera Barat.

Related Posts


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *