Refleksi 9 Bulan Kehadiran RPI di Indonesia

Oleh: Yanuardi Syukur | Tanggal : December 29, 2020



Rumah Produktif Indonesia (RPI) berdiri dari keprihatinan atas masuknya pandemi Covid-19 yang membuat banyak orang tidak produktif di rumahnya. Menyadari bahwa manusia bisa produktif dalam kondisi apapun, maka RPI kemudian didirikan lewat sebuah grup WAG, yang kemudian berkembang lewat diskusi ke diskusi hingga berbentuk komunitas kecil dan jadi perkumpulan dengan perwakilan di 34 provinsi dan 12 luar negeri di bulan ke-9 kehadirannya di Indonesia.

Kehadiran RPI adalah bagian dari keniscayaan sebab Indonesia, bahkan dunia, sedang berada dalam kekhawatiran akibat virus corona yang membuat banyak orang tidak produktif. Upaya untuk melahirkan terobosan diperlukan untuk itu, termasuk membuat program dan perkumpulan berbasis pada jejaring online untuk saling belajar, saling berbagi, dan saling menguatkan di masa yang tidak mudah ini. Di masa seperti ini, kita butuh saling melihat dan memperhatikan agar tetap kuat, eksis, namun tetap produktif menghasilkan karya dalam arti seluas-luasnya.

Pada bulan ke-9 kehadirannya, Desember 2020, RPI telah aktif menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga. Fleksibilitas dalam kemitraan sangat terasa di masa pandemi ini. Orang mau berkolaborasi dengan cepat. Tidak perlu memikirkan yang berat-berat. Asal kegiatan jelas, manfaat, langsung bisa diekskusi. Lagipula kegiatannya juga bisa dilakukan secara online. Hal ini jadi memudahkan sekali komunitas untuk beradaptasi dan bersinergi.

RPI sendiri telah terdaftar secara legal pada bulan ke-6, lewat notaris di kota Depok. Biaya pendaftarannya ditanggung bersama, patungan. Luar biasa. Saya melihat semangat kolaborasi yang sangat ikhlas dan kuat dari anggota RPI lewat berbagai kegiatan, termasuk dalam fundrasing. Semangat itu terus kita jaga, rawat, dan kembangkan agar komunitas ini berkontribusi bagi bangsa Indonesia secara luas.

Pada bulan ke-9 ini, saya ingin menyampaikan penghormatan yang tinggi kepada seluruh teman yang sudi bergabung dan aktif dalam RPI. Mereka yang ada dalam grup WAG maupun tidak sesungguhnya berkontribusi luar biasa bagi tumbuh-kembangnya organisasi ini. Ada yang karena alasan HP lemot sehingga tidak bisa lama-lama dalam grup, misalnya, itu kita hargai. Para prinsipnya, di RPI kita ingin mengaplikasikan motto: belajar, berkawan, dan bergembira. Itu bisa dilakukan dalam grup maupun tidak, online maupun offline.

Kini, menjelang 2021, RPI harus terus maju. Kita harus terus permantap struktur di DPP dan DPW, bahkan di beberapa daerah telah ada DPD-nya. Ini semata untuk kemudahan gerak, karena orang cenderung lebih mudah berhimpun, bertemu dengan mereka yang terdekat. Memang, dunia online membuat kita dekat tapi pada akhirnya dunia offline juga sangat dibutuhkan. Maka, kedekatan geografis juga patut untuk diperhatikan. Itulah yang menjadi alasan kita bentuk DPW dan DPD, semata untuk kemudahan gerak dan berhimpun.

Selamat akhir tahun untuk semua rekan RPI. Selamat memasuki tahun baru. Sehat dan selamat untuk kita semua.




Yanuardi Syukur

Bio:

President of Rumah Produktif Indonesia

Related Posts


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *