Sebelum Semuanya Menjadi Masa lalu

Oleh: Maghdalena | Tanggal : December 31, 2020



Menjelang berakhirnya tahun 2020, dan memasuki tahun baru 2021, saya yakin setiap kita memiliki harapan, juga impian untuk hari esok yang lebih baik, lebih cerah, lebih benderang. 

Tahun 2020 yang  penuh dinamika bahkan drama, terutama dalam kehidupan sosial, pertemanan, pergaulan dan keseharian kita, memberikan pelajaran yang lebih dari layak untuk kita reguk hikmahnya.

Kehadiran corona yang tak pernah diundang sudah pasti menjadi sebuah kenangan yang takkan pernah bisa dilupakan oleh siapa saja. Sepuluh, lima belas, dua puluh tahun lagi, kondisi hari ini akan menjadi cerita seru yang dapat kita kisahkan pada anak cucu kita. Agar kelak mereka pun dapat belajar dan menjadikannya sebagai bahan renungan dan pelajaran. 

Menuju penghujung tahun ini, mari sejenak kita mengambil waktu untuk memberi ruang pada hati dan akal kita. Membiarkan mereka bercakap-cakap penuh hangat dan akrab. Mendalami setiap cebisan kenangan, dan mengukur setiap rencana untuk masa depan.

Ada dua hal yang perlu kita lakukan:
Pertama, berkontemplasi akan apa-apa yang telah lalu. Menyibak kembali segala kejadian dan peristiwa di 12 bulan ke belakang. Mencatat semua poin-poin baik dengan tinta emas yang takkan lekang oleh waktu, untuk kemudian kita jadikan sebagai batu loncatan, guna melakukan lebih banyak lagi prestasi dan kebaikan.

Sediakan juga kertas dan pena untuk memahat segala khilaf, kesalahan dan kekurangan kita, dalam 365 hari yang hendak pergi. Bukan untuk meratap atau menyesali diri. Sama sekali bukan. Namun untuk menampar jiwa dan hati ini,  agar kelak di masa depan yang lebih gemilang, ia bisa menjadi pengingat untuk tidak melakukan kesalahan yang berulang. Agar kelak kita bisa mengajak jiwa dan hati kita berdiskusi di sebuah perhentian nurani yang bernama evaluasi.

Pun kelak kita bisa melecut hati kita sembari berkata, “Engkau pernah melakukan kesalahan itu, akankah melakukan kesalahan yang sama? Apakah engkau mau menjadi insan yang merugi?”

Kedua, segeralah menyusun resolusi. Buatlah target-target capaian yang harus kita gapai di tahun yang akan datang. Buatlah dengan detail dan terperinci. Jika memungkinkan, rincilah menjadi target bulanan.
Semisal:
Januari menerbitkan satu buku solo.Februari melamar anak kepala desa.Maret mendirikan sekolah musik bagi para pengamen jalanan yang berbakat.April berkeliling pulau Sumatra, dari Metro hingga Lhouksmawe.
dan lain sebagainya. 

Masing-masing kita tentu lebih mengetahui apa impian dan cita-cita kita, yang realistis untuk digapai di tahun depan. Jangan lupa siapkan juga strategi untuk menggapainya.

Tahun 2020 akan berlalu, dan sebelum semuanya benar-benar menjadi masa lalu, mari kita berdiskusi di kedalaman hati dan nurani. Merefleksikan segala peristiwa dan menyiapkan diri dengan perencanaan terbaik, untuk hari esok yang lebih bercahaya.

Padang, 30 Des 20





Maghdalena

Bio:

- Belajar, dan Terus Belajar - Ketua DPW RPI Sumatera Barat.

Related Posts


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *