UMKM sebagai Penopang Perekonomian Bangsa, Menuju Indonesia Sejahtera

  • Whatsapp

Jam sudah menunjukkan pukul 12.30 ketika saya teringat ada janji dengan Susanto Idn, Dir. Divisi Ekonomi Kreatif RPI Sumbar untuk mengadakan kunjungan dan penyerahan dana bantuan modal ke salah satu UMKM binaan RPI Sumbar bekerjasama dengan food accelator Indonesia siang ini pukul 14.00 WIB.

Saat ini, divisi ekonomi kreatif RPI Sumbar tengah menjalankan program Minang Sepakat, yaitu program pemberian bantuan dana sebesar dua juta rupiah untuk beberapa UMKM serta pendampingan bagi mereka dalam berwirausaha.

Dana ini adalah donasi dari seorang donatur baik hati yang menitipkan rezekinya untuk program pemberdayaan agar dikelola oleh RPI Sumbar. Bentuk pendampingan yang akan diberikan kepada UMKM adalah manajemen keuangan, marketing, branding, dan hal-hal lain untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam berwirausaha.

Salah satu target dari program ini adalah untuk membuat UMKM ini berdaya dan mampu memberdayakan masyarakat lainnya.Program Minang Sepakat akan berjalan selama dua tahun dan akan dievaluasi secara rutin oleh Susanto dan tim selaku penanggung jawab program. UMKM yang akan kami kunjungi siang ini adalah Usaha Kripik Pisang Balado Tanti yang beralamat di jalan Palinggam IV no. 5 Padang.

Saya dan Susanto berjanji untuk bertemu langsung di rumah uni Tanti tersebut. Selepas beberapa urusan di asrama haji Tabing pagi ini, saya bersegera menuju rumah uni Tanti dan ternyata Susanto telah menunggu di sana.

Rumah kontrakan uni Tanti sangat sederhana. Memasuki pagar rumahnya, kami disambut oleh sebuah spanduk yang sudah lusuh bertuliskan nama usaha beliau.Uni Tanti menyambut kami dengan antusias. Ruang tamu rumahnya yang juga merangkap menjadi ruang pengemasan produk tampak dipenuhi oleh kacang balado yang akan diletakkan di toko-toko langganannya.

Dia bercerita tentang perjalanan usahanya yang telah mengalami begitu banyak pasang surut. Usaha yang telah dirintis sejak 2002 ini sangat banyak membantu perekonomian keluarganya.Pada kunjungan kali ini, saya dan Susanto menyerahkan dana bantuan sebesar dua juta rupiah, yang disambut dengan masygul oleh uni Tanti.

“Alhamdulillah, saya senang sekali. Sejak kemarin saya kebingungan, karena ada pisang dari Mentawai yang harus saya tebus sebanyak 15 tandan untuk bahan baku pisang balado ini,” ujarnya sumringah.Pada kesempatan tersebut, uni Tanti juga menandatangani nota kesepakatan yang berisi tentang kesediaannya untuk dibina oleh tim RPI sumbar serta mau mengikuti semua program yang telah disusun.Saya sungguh senang sekali.

Susanto yang diamanahkan sebagai direktur divisi ekonomi kreatif RPI Sumbar telah merancang program ini dengan sangat rapi dan teliti. Dia menyusun tahapan kerja dengan sangat detail, serta membuat target-target yang jelas dan terukur. Memanglah ya, suatu urusan akan beres dan tuntas jika diserahkan pada ahlinya.

Setiap kali saya diskusi dengan Susanto, menyimak dia memaparkan impiannya tentang dunia wirausaha dan masa depan yang cerah tentang UMKM, saya jadi ikut bergejolak dan bersemangat. Saya seolah melihat sebuah kecemerlangan di setiap untaian tekad anak muda satu ini.Dia pernah berkata begini kepada saya, “UMKM ini adalah salah satu penopang perekonomian bangsa, Kak. Jika UMKM dapat berdaya dan berkembang pesat, maka kesejahteraan rakyat gampang didapat.”

Saya pikir, benar juga. Jika UMKM menggeliat dan melaju pesat, ia akan dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak, secara signifikan memberantas pengangguran, dan otomatis membuat kesejahteraan masyarakat meningkat.

Kita berharap, di Sumatra Barat khususnya, dan Indonesia pada umumnya, akan semakin berjamur UMKM yang berdaya dan berjaya. Semoga.

*Penulis adalah Ketua DPW RPI Sumatra Barat
Padang, 8 Januari 2021.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *