Teman Warkop Adalah Guru Besar

  • Whatsapp

Oleh: Abduh (Ketua DPW RPI Sulteng)

Sebelum hujan deras yang memaksa diri bertahan di dasar kopi tanpa asap rokok. Menjadi bagian cerita deadline di 3 hari pergulatan penentuan takdir. Pada lembaran-lembaran penentuan takdir, asam lambung ikut berperan antagonis mengikuti detik masa depan perubahan, sebagai eksistensi pribadi. Bahwa ini harus dilakukan demi menjawab salah satu pilihan hidup.Ingin menjelaskan secara detail apa yang dimaksud eksistensi pribadi.

Tapi, Ada ketakutan pada diriku, bisa jadi menimbulkan kebanggaan pada simbol kenyamanan diwilayah tersebut. Untuk mengungkap apa yang dimaksud diatas. Saya teringat buku ‘Melawan Takdir’ sebuah biografi dari seorang profesor (lupa namanya) yang sempat diseminarkan di Banggai. Waktu itu, tokoh tersebut ikut hadir memaparkan, bagaimana sebuah perjalanan ditentukan setiap manusia merubah takdirnya. Buku itu mengulas perjalanan dunia dirinya, tahap demi tahap membongkar stigma oligarki dijamannya.

Terlihat jelas sebagai dogma seakan bagian orisinalitas kebudayaan. Professor itu telah merubah pemikiran dengan membuktikan pencapaian akademiknya. Menyebutnya melawan takdir.Berlahan kadang stagnan 11 tahun di wilayah itu, banyak pertanyaan pribadi.

Dari letak demografi hingga interaksi sosial, untuk sampai pada pencapaian akademik (perjalanan Professor) hambatannya begitu jelas. Jalan keluar dari kondisi tersebut, merubah cara berpikir. Jika Akademik tak bisa tercapai. Maka membentuk situasi warung kopi sebagai civitas menjadi caraku mengelola tiap perbincangan menjadikannya resume.

Setiap calon teman atau teman yang semeja denganku akan kuanggap guru besar. Bedanya yang dikampus metodologinya menarik. Di warkop, para beliau menjadi kontrol sosial, keegoaan wajib dimainkan agar memenuhi standar unsur pertemanan. Seperti beliau-beliau tanpa risau dikoningnya.Aku sendiri berharap pada amplop coklat; wadah penentuan lembaran takdirku, berproses di tangan pemberi kabar berikutnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *