Cakap Berkomunikasi, untuk Indonesia yang Lebih Baik

  • Whatsapp

Saya acapkali dibuat terpesona ketika mencoba membaca ulang sejarah masa silam terbentuknya negara ini. Sebelum Indonesia menjadi sebuah negara yang berdaulat, kita telah terlebih dahulu terlahir menjadi sebuah bangsa.

Deklarasi Sumpah Pemuda pada 1928 menjadi cikal bakal lahirnya Bangsa Indonesia. Sebuah bangsa yang memiliki putra-putra terbaik yang tercatat dalam sejarah.

Tujuh belas tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1945 lahirlah Indonesia sebagai Negara yang berdaulat dengan diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia. Apa yang sangat menarik minat saya dari terbentuknya bangsa dan negara Indonesia sehingga saya terpikir untuk membuat tulisan ini?Saya mencatat satu hal yang sangat penting dan akan selalu menjadi hal yang tak dapat kita abaikan jika ingin menjadi bangsa yang besar dan diperhitungkan oleh dunia.

Yaitu betapa pentingnya generasi bangsa ini memiliki kecakapan berbicara, berkomunikasi di depan umum/publik, bahkan memiliki kemampuan orasi yang mumpuni.Sejarah telah mengajarkan kepada kita, bagaimana seorang Bung Tomo mampu mengobarkan semangat juang anak negeri pada pidato-pidatonya yang membakar semangat pada pertempuran 10 November di Surabaya. Atau juga Soekarno yang memiliki kemampuan orasi yang tak diragukan lagi dalam banyak kesempatan. Salah satu kalimat dalam orasinya yang sangat fenomenal hingga kini adalah:”Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.”

Kita seolah mendapatkan aliran energi baru setiap kali menyimak orasi yang penuh energi itu. Sejak dulu, hingga kini dan nanti, seorang pemimpin haruslah memiliki kecakapan berbicara dan berkomunikasi. Bangsa ini membutuhkan generasi-generasi yang akan mampu mengarahkan dan membawa kapal yang bernama Indonesia ini kepada sebuah tujuan yang jelas, salah satunya adalah mencapai masyarakat yang sejahtera.

Akankah bangsa ini bisa sejahtera jika pemimpinnya tidak cakap dalam berkomunikasi? Saya pribadi cenderung agak meragukannya.Seorang pemimpin, apakah pemimpin negara, pemimpin lembaga dan organisasi apapun itu, menurut saya harus memiliki skill komunikasi, ia harus menguasai ilmu public speaking.Karena ia akan menjadi perwajahan dari lembaga yang dipimpinnya. Ia haruslah menjadi orang yang berpengaruh dan berwibawa untuk membawa organisasi atau lembaga yang dipimpinnya ke arah yang lebih baik.

Salah satu hal mendasari lahirnya komunitas Public Speaking from Home RPI Sumbar yang akan dilaunching tanggal 31 Januari mendatang adalah beranjak dari sebuah diskusi alot dan pemikiran akan pentingnya skill komunikasi dan ilmu public speaking bagi calon-calon pemimpin bangsa. Ilmu public speaking tentu saja tidak hanya dibutuhkan oleh seorang pemimpin saja.

Semua orang mutlak harus menguasai ilmu public speaking ini. Karena ada banyak permasalahan yang dapat diselesaikan dengan sebuah komunikasi yang baik. Ada begitu banyak tujuan yang dapat dicapai dengan adanya kecakapan berbicara dan berkomunikasi yang baik.

Semoga kontribusi kecil berupa kehadiran PUSH RPI Sumbar kelak bisa memberikan pencerahan bagi peningkatan skill berkomunikasi anak bangsa ini dalam upaya mencapai kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang. Semoga.
***
Padang, 28 Januari 2021.

Read More

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *