Ketua RPI Sumbar Jadi Narasumber ‘Public Speaking’, Maghdalena: Kemampuan Komunikasi Harus Dimiliki Semua Orang

  • Whatsapp

Ketua DPW RPI Sumatra Barat (Sumbar) Maghdalena menjadi narasumber dalam “Inspirasi Sahabat” di Classy FM Sabtu, (06/02/2021).

Pada kesempatan Minggu pagi tersebut Classy FM membincangkan seputar public speaking dengan tema yang diangkat “Better Speaker With Public Speaking from Home (PUSH) RPI Sumbar” yang dipandu oleh penyiar Faryz Ardhana.

Read More

Perbincangan seputar public speaking ini diawali dengan penjelasan awal berdirinya PUSH di RPI Sumbar.

“Awalnya tercetus ide untuk mendirikan PUSH dari diskusi dengan Andahayani Yoseph di akhir tahun kemarin. Salah satu tujuannya  agar  pemuda di wilayah Sumbar dan  di Indonesia pada umumnya dan siapa saja yang ingin menjadi public speaker, maka kami fasilitasi di sini,” Maghdalena di awal penjelasannya.

Meskipun masih di tengah pandemi, ada banyak cara untuk menjadi produktif, termasuk dalam bidang public speaking meskipun dari rumah.

“Bentuk kegiatan PUSH RPI Sumbar di tengah pandemi ini masih dilangsung via daring. Dengan tujuan melahirkan public speaker yang handal dan produktif meski dari rumah masing-masing. Kita kumpul di WA grup dan zoom, disana peserta diberikan materi  serta tugas yang berkaitan dengan materi public speaking”, lanjut ketua RPI Sumbar ini.

Dalam paparannya lebih lanjut, Maghdalena menyampaikan bahwa public speaking itu bukan sekadar pintar berbicara. Bukan juga suatu hal bawaaan dari lahir, melainkan kemampuan public speaking lahir dari proses belajar yang terus menerus.

Public speaking itu bukan sekadar pintar bicara, tidak sesederhana itu. Awalnya kami terlebih dahulu membangun kepercayaan diri kepada mereka yang minder. Hal paling pertama kami tekankan bahwa kemampuan public speaking itu bukan bawaan dari lahir, tapi ia tercipta dari latihan yang terus menerus dan praktik tiada henti. Untuk berbicara dengan baik bukan hanya harus dimiliki oleh penyiara radio saja melainkan juga harus dimiliki mahasiswa, dosen, bahkan  ibu rumah tangga juga membutuhkan skill komunikasi agar terhindar dari keslahpahaman, yang tak jarang melahirkan konflik,” jelas Maghdalena.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *