Ini Rahasia Aula Andika Kuliah di Amerika

  • Whatsapp

Tim Staf Khusus Menteri Ristek/BRIN Aula Andika Fikrullah Al Balad, punya rahasia sukses kuliah di Amerika. Kata Aula, “yang paling penting bagi pejuang beasiswa adalah tidak hanya mengikuti alur, tapi juga harus bisa break the rules“, yakni ‘melanggar aturan’ dengan menggunakan segenap kapasitas untuk menyelesaikan masalah.

Alumni Lehigh University, Amerika tersebut menjelaskan, yang dibutuhkan pejuang beasiswa adalah sikap stand no matter what, yakini “selalu berdiri dalam kondisi apapun!”

Dilahirkan dari ibu yang pedagang sayur dan ayah yang tukang bangunan tidak membuat Aula berkecil hati. Dia berusaha kejar beasiswa hingga 53 kali. Berkali-kali kegagalan hinggap, dia terus berdiri, dan mengejar impiannya. Kini, sukses telah dia raih, tidak hanya dalam studi tapi dalam pengalaman menghadiri berbagai event internasional di Markas PBB di New York.

“It’s not about perfect. It’s all about effort,” kata Aula kepada peserta Seminar Nasional “Belajar di Luar Negeri: Pengalaman dari Australia, Eropa, dan Amerika” di Zoom Meeting (13/2) yang dimoderatori guru dan penulis buku yang juga Ketua DPP RPI Bidang Humas, Yusmira Yunus dan host Coriza Irhamna.

“Seorang pejuang beasiswa juga harus kreatif menyelesaikan masalah, harus tetap find the way,” tambah Aula. Selalulah untuk mencari solusi, kata dia, “Always looking for other solution.”

Kesempatan kuliah di Amerika sangat baik untuk meningkatkan produktivitas, membangun kepercayaan, dan memberikan pengaruh lebih kepada bidang kajian, institusi, dan untuk bangsa.

Seorang professor pernah bertanya, “Aula, berapa lama kamu tidur dalam sehari?”
“Saya tidur jam 12 dan bangun jam 4, Prof,” jawab Aula.

Kendati waktu tidur yang sedikit itu dianggap tidak baik untuk kesehatan, tapi semangat Aula lebih besar dari itu. “Saya ingin memanfaatkan kesempatan kuliah ini sebaik mungkin. Untuk itu, saya harus ‘kejam’ kepada diri sendiri, untuk mencapai goal saya.”

Selama di negeri Paman Sam, Aula juga rutin membaca buku di perpustakaan. Baginya, perpustakaan adalah tempat paling nyaman untuk ditinggali. Selain AC-nya yang bagus, akses pada referensi juga sangat luar biasa ketika di Amerika.

Kepada mereka yang ingin lanjut studi ke Amerika, lelaki asal Aceh Besar itu berpesan agar semua pejuang tetap berusaha semaksimal mungkin. Tetap percaya diri, dan yakin bahwa kesuksesan tidak melihat latar belakang, akan tetapi pada usaha yang sungguh-sungguh untuk menggapai cita-cita hidup. []

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *