Tuna Netra Bukan Penyakit

  • Whatsapp

Oleh: Rezki Try Ulva*

Hai sobat, nama saya Rezki Try Ulva. Saya akan mencoba sedikit mengulas tentang pemahaman salah tentang tuna netra. Ya, pesatnya perkembangan zaman dan majunya teknologi, seharusnya mampu mengikis stigma yang berkembang mengenai disabilitas, khususnya disabilitas netra.

Read More

Mengapa saya berpendapat demikian? Sebab kemajuan teknologi mampu menjawab pertanyaan yang mengganjal di kepala. Contohnya saja, apakah tuna netra itu? Apakah benar tuna netra itu sebuah penyakit? Saya sebagai pemantik dari pembahasan ini, ingin meluruskan, bahwa tuna netra ialah istilah yang biasa digunakan untuk kondisi seseorang yang mengalami hambatan atau gangguan pada penglihatannya.

Berdasarkan tingkat gangguannya, tuna netra dibedakan dua bagian, yaitu total blind atau buta total, dan low vision yang masih memiliki sisa penglihatan. Nah, memang jika ingin dihitung, 60 persen dari tingkat kejadian, banyak yang mengalami tuna netra saat masih bayi dibandingkan saat remaja atau saat usia dewasa.

Saya sendiri sebagai yang memaparkan hal ini, pun mengalami tuna netra saat berusia 11 tahun dikarenakan penyakit hidrosefalus atau biasa disebut dengan pembesaran pada batok kepala.

Kemudian kita berpikir lagi, bagaimana dengan seseorang yang mengalami tuna netra karena kecelakaan, lalu buta total? Serta seseorang yang karena menggunakan narkoba lantas mengalami kebutaan? Saya sebagai orang yang pernah menemukan orang yang berpendapat demikian, sangat menentang pendapat ini.

Intinya, tuna netra itu gangguan penglihatan, bukanlah penyakit. []

* Penulis adalah aktivis DPD Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Sulsel

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *