Puisi Turifa

  • Whatsapp

Pintaku

Biarlah hujan turun ke bumi seperti biasa

Read More

biarlah lautan berombak seperti biasa

biarlah daun berguguran  seperti biasa

biarlah mentari terik seperti biasa

sementara aku

biarkanlah aku memilih jalan ini

jalan yang sebenarnya aku pun tak tahu apakah akan berliku,berlubang, ataukah akan sebaliknya

biarkanlah aku memilih sendiri takdirku ..takdir yang hanya aku ketahui artinya sebagai sebuah ketentuan darimu Tuhan

Tuhan

aku tak tahu apa rencanamu untuk hidupku kelak… dan aku tak pernah tahu misteri apa yang akan menjadi teka-teki dalam kehidupanku… akupun tak pernah tahu ada apa di balik tabir perjalanan hidupku

Tapi Tuhan

walau nantinya  dalam menjalani takdir yang telah ku pilih ini, aku akan berjalan tertatih, namun  izinkan tanganku selalu di genggam  oleh insan tambatan hati ini Tuhan

 izinkan bahunya yang bidang selalu ada untukku bersandar

 izinkan kecup hangatnya selalu ada untukku

karena bersamanya aku merasakan kedamaian yang belum pernah aku rasakan

karena bersamanya kesulitan apapun selalu bisa aku lewati

karena bersamanya aku merasa menjadi wanita paling berharga dan paling bahagia di dunia

Sebatas Goresan

Jejak langkah terasa begitu berat, menapaki setiap garis takdir

kiranya mungkin takkan pernah terhenti hingga tubuh ini tak bernadi

Tuhan… rencanamu sungguh indah tapi mengapa? takdirmu tak terduga?

 Sebagai insan yang lemah kami hanya mampu

berencana namun pada akhirnya Kaulah penentunya

Tuhan… mengapa jalan ini berliku dan dipenuhi

dengan batu kerikil yang terjal hingga kaki

lemah yang melangka ini harus terluka dan rasanya teramat perih..

Tuhan tunjukanlah kuasa-Mu!!! Bagaimana caranya

agar insan lemah ini tau mana yang benar-benar menjadi kehendak-Mu

Jejak langkah semakin tertatih

kapan kiranya lorong waktu menemui  ujung yang terang

terlalu gelap dan pengap terasa

kegundahan, kerisaun, dan ketidakpastian terasa menyiksa

langkah ini semakin gontai, tak tau arah mana yang harus dituju

Tuhan berikan petunjuk dan kuasa-MU

Turifa, lahir di Balanti 29 September 1993. Aktif sebagai pengajar di MTs DDI Pasangkayu, Sulbar.

Sumber gambar: Yakesma.org

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *