Presiden RPI Bawa Materi Tips Sehat Mental dengan Literasi di Dirosatunnisa 22

  • Whatsapp

Presiden DPP RPI Yanuardi Syukur diundang sebagai pembicara pada Kajian Dirosatunnisa22 yang digelar oleh Alumni Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta angkatan 22 dengan judul “Tips Sehat Mental dengan Literasi” yang dipandu oleh host Dewi Marlinda, di zoom meeting, Sabtu (20/2)

Yanuardi menjelaskan 6 literasi dasar yang disepakati di UNESCO dan dipraktikkan oleh seluruh negara, yakni literasi baca-tulis, literasi digital, literasi budaya dan kewargaan, literasi numerasi, literasi finansial, dan literasi sains. “Enam literasi ini sangat baik untuk kita kuasai sebagai bekal dalam menjalani hidup sehari-hari,” lanjut penulis buku tersebut.

Dia juga memberi contoh soal literasi digital dimana saat ini orang cenderung mudah percaya dengan berita medsos yang sering kali tanpa verifikasi. Yanuardi berharap agar kita tidak mudah memberikan judgement atau penghakiman kepada seseorang hanya berbekal melihat berita yang disebarkan di medsos.

Read More

“Selama belum ada klarifikasi dan verifikasi, sebaiknya kita menahan diri. Di sini kemampuan literasi digital sangat penting kita miliki agar tidak mudah berkomentar, apalagi komentar yang tidak sehat, tidak produktif, atau yang memperkeruh suasana,” lanjutnya.

Dia juga menjelaskan bahwa tiap orang tua sebaiknya memberikan contoh untuk rutin membaca. Jika oang tua ingin anaknya rajin membaca, maka mereka juga harus membaca buku. Keteladanan sangat penting dalam membudayakan literasi membaca.

Membudayakan literasi selanjutnya akan menyehatkan mental dan pikiran. Seseorang yang pikirannya tercerahkan akan sehat dan tidak mudah dia untuk terpedaya oleh berbagai berita yang berseliweran di media sosial. Orientasinya pada kebenaran, bukan pada viral.

Acara ini dihadiri oleh puluhan peserta yang diselingi dengan tanya jawab. Peserta mengikuti materi dengan antusias dan berencana akan melanjutkan dalam bentuk kumpulan tulisan pengalaman anggota Dirosatunnisa 22.

Kajian Dirosatunnisa 22 biasanya diisi oleh narasumber perempuan seperti Zahroh Sarmili, Dona Novita Ningsih, Mira Irmawati, Yeni Maulita, Tuti Hidayati, Ulfah Yuniarti, Valianty Sariswara, Dea Revania, Maisaroh HG, Emsarieni Emeleta, Retna Yuliani, Ani Noviani, Annisa Hasanah, Ajeng Kamaliah, Anti Arifianti, Rabiatul Hasanah, Astrid Andhayani, Nursyafrisda, Mariati Aprilia.

Saat ini narasumbernya juga berasal dari laki-laki, seperti Dr. Ahmad Dhiaulhaq, Alumni PhD The Australian National University, Canberra yang kini jadi peneliti di KTILV Belanda; Dr. Sutan Emir Hidayat, Alumni PhD Universiti Kebangsaan Bangsa yang kini jadi Direktur Pendidikan dan Riset Keuangan Syariah KNKES, serta Yanuardi Syukur, Presiden DPP RPI. Ketiganya adalah alumni Angkatan 22 Darunnajah.

“Acaranya seru banget. Banyak bonus yang didapet hari ini,” kata Dewi Marlinda, host yang juga guru di Jakarta.

“Sukaaaa bangeeeet kajian hari ini… Seruuu… Hostnya keren abis, bisa nyairin suasana.. Ga kerasa banget 2,5 jam berlalu, kayak kurang gitu waktunyaa.. Materi yang berat disampaikan dengam bahasa yang ringan n suasana fun… Makasih Pak Yanuardi Syukur dah membangkitkan semangaaat literasi di Banat 22..” kata Lousianne Setiawan, dosen dan asesor di Tangerang.

“Top emang Pak Pres RPI ini, makin membumi sukses selalu buat beliau, dan seluruh tim lajnah Dirosatunnisa beserta members Banat 22 DN. Makin eratkan silaturrahmi,” kata St. Maria Ulfah, aktivis literasi di Sumedang. []

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *