Puisi Indah Prihati

  • Whatsapp

Arah Pendidikan

Pendidikan,  ke mana arahmu selama ini

Outputmu belum juga berdaya saing tinggi

Pendidik belum juga cakap dalam kompetensi

Peserta didik sangat rendah dalam literasi

Urusan mental pun sudah harus revolusi

Pendidikan adalah benteng sebuah negeri

Menahan dasyatnya serangan perusak generasi

Pelindung dari panasnya sengatan ideologi yang tak disepakati

Mendidik, mengasuh moralitas anak negeri

Mengembangkan rasa empati dan toleransi

Agar persaudaraan dan persatuan tumbuh abadi

Apa yang sedang terjadi saat ini

Dirundung pandemi yang tak kunjung berhenti

Kesulitan hidup menggelayuti hari-hari

Sedih, pilu dan menyayat hati

Melihat  perilaku birokrat yang dibenci rakyat kian menjadi

Mengurus negeri penuh ambisi pribadi

Hukum dan peradilan menjadi amunisi

Bertebaran narasi radikalisasi dan kriminalisasi

Buzzer-buzzer turut mewarnai riuhnya negeri ini

Berujung jatuh bergelimpangan manusia kritis di bui

Mari sudahi..mari benahi

Luruskan orientasi pendidikan ini

Materi jangan biarkan merongrong hati Nurani

Terus  bergerak dan berubah

Ke arah humanisasi, emansipasi, liberasi dan transendensi

Terus Peduli dan mengabdi

Mendidik dengan penuh dedikasi

Sebagai wujud aktualisasi kesholehan diri.

JALAN PERUBAHAN

Jalan Pendidikan ini tak kan pernah berujung

Segala masalah tak kan pernah tuntas dan rampung

Seiring perubahan zaman yang terus berlangsung

Terus dan terus bersemi tak berkesudahan

Secara cepat atau perlahan

Tampak biasa atau penuh keunikan

Ada atau tiada kita

Olehnya kita kan terabaikan

Perubahan Pendidikan ini harus progresi

Jangan sampai stagnasi apalagi regresi

Terus bergerak, berubah dinamis

Membebaskan diri dari tradisi yang menghambat

Di dorong semangat yang hebat

 Meninggikan manusia yang berhasrat, berharkat dan bermartabat

Kuatkan evolusi, jangan tolak tawaran revolusi

Kita sepakat Pendidikan untuk membangun peradaban

Pendidikan kerakyatan yang mencerdaskan kehidupan

Membawa amanah keTuhanan

Tak kan pernah merasa Lelah, kalah apalagi menyerah

Kuat menggantung idealisme sholih sholihah

Tak kan ada kata pesimis di tengah integritas pengambil kebijakan yang terus terkikis

Karena yakin usaha  sampai di batas yang tak terbatas.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *