Apresiasi Literasi dari Rejang Lebong, Bengkulu

  • Whatsapp

Saya ingin mengucapkan selamat atas terbitnya buku karya Sahabat Adhyra Pratama Irianto berjudul “Naskah Drama Pelukis dan Wanita” oleh Penerbit Andhra Grafika. Pengantarnya oleh Iswadi Pratama, Irwan Jamal dan Ari Pahala Hutabarat.

Saya pernah ikut drama ketika SMA, sungguh menguras tenaga dan emosi, bagaimana memerankan peran yang di tunjuk oleh sang sutradara atau pengarah cerita. Karena membuat lelah hingga saat ini saya lupa apa judul drama yang pernah kami pentaskan di Pondok Pesantren Modern Baharuddin berlokasi di Desa Janjimauli Muaratais, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan, Propinsi Sumatera Utara, di bawah pimpinan mendiang H. Sultan Baharuddin Harahap, S.Ag yang bergelar “Daulat Raja Tuantua Patuan Nagaga Najungal Sultan Dhasa Na Walu”.

Read More

Karena almarhum adalah alumni dari SMA Negeri 1 Padangsidimpuan, dan banyak memberikan bantuan untuk pemenuhan fasilitas pembelajaran seperti komputer dan bantuan lainnya. Semoga Allah SWT memberikan tempat yang mulia kepada almarhum, mari kita doakan Al Fatihah.

Tentang drama yang pernah kami pentaskan, berkisar tentang seorang kesatria, ibunya dan nenek tua, dan saya memerankan nenek tua, sungguh susah sekali, hingga banyak jam pelajaran yang tersisa karena latihan drama, dan alhamdulilah ketika pementasan di Pondok Pesantren Baharuddin, mendapatkan sambutan yang hangat dan apresiasi dari almarhum pimpinan pondok pesantren yang juga Daulat Raja Tuantua Patuan Nagaga Najungal Sultan Dhasa Na Walu. Berkesan walaupun banyak lelah letih dan membuat jenuh juga karena harus mengulang percakapan percakapan dan ekspresinya.

Saya melihat dan membaca buku naskah drama dari Sahabat Adhyra sungguh berkesan, karena kesungguhan dan kerja keras beliau, karena menjadi seniman teater tidak gampang dan saya hanya sedikit merasakannya. Berkisah tentang pelukis dan wanita, bisa kita pahami bahwa seorang pelukis yang baik ketika bisa berteman dengan imajinasinya, imajinasi yang banyak bersumber dari alam bawah sadar, mampu membahasakan kehidupan dengan nada nada alam dan susunan kata demi kata yang puitik.

Tidak sekedar menjadi pelukis dalam kehidupan yang harus berteman dengan hakikat dari seorang wanita yang tidak mampu mengambil keputusan hidup, menerima takdir diri, atau hidup yang terombang ambing karena arus kehidupan yang sebenarnya adalah penggambaran dari sisi manusia itu sendiri yang memang tidak bisa hidup tanpa peran besar dari keluarga, sahabat dan masyarakat, dimana manusia adalah insan Beragama yang tidak terlepas dari ketidaksempurnaan, yang selalu menangis, dan berharap pertolongan dari Maha Pencipta Maha Kuasa.

Buku naskah drama ini sungguh menarik apalagi bila di pentaskan, semoga bisa menyaksikan. Selamat dan sukses.[]

  • Penulis adalah dosen Institut Agama Islam Negeri Curup, Bengkulu, dan Ketua DPP RPI Bidang Pengembangan Karier dan Keahlian.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *