Wabup Bulukumba dan Wadek FK Unisa Palu Hadiri Webinar ‘Vaksinasi’ RPI, Apa Kata Mereka?

  • Whatsapp

Pengurus DPP Rumah Produktif Indonesia (RPI) Bidang Lingkungan mengadakan seminar tentang vaksinasi dengan tema “Vaksinasi: antara Hoax, Fakta, dan Bagaimana Membangun Kapasitas SDM di Masa Pandemi” pada Minggu pagi, (28/02/2021).

Selain menghadirkan Presiden RPI, Bapak Yanuardi Syukur, kegiatan ini juga diawali sambutan dari Bapak Wakil Bupati Kabupaten Bulukumba tahun 2016 – 2021, Tomy Satria Yulianto, S.IP. Kemudian diikuti oleh ibu drg. Lutfiah, MKM selaku Kepala Bidang P2P dan Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Palu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran Universitas Alkhiraat Palu, sekaligus sebagai Pengurus DPP RPI Bidang Kesehatan Masyarakat.

Acara ini dipandu oleh Sekretaris DPP RPI Bidang Lingkungan, Herdie Idriawien Gusti. Dalam pengantarnya sebelum memulai webinar, Herdie Idriawien menjelaskan bahwa tema kali ini diangkat berdasarkan dengan kondisi yang terjadi di masyarakat Indonesia, persoalan vaksinasi yang terus menjadi perbincangan.

“Tema yang diangkat pada kali ini memang sengaja dibuat untuk menyesuaikan dengan kondisi yang dihadapi khususnya masyarakat indonesia, yaitu vaksinasi. Apalagi isu-isu mengenai vaksin yang beredar masif di media sosial belum dapat diakui kebenarannya.”

“Misalnya isu mengenai kehalalan vaksin, isu mengenai masyarakat yang dijadikan kelinci percobaan karena pada kemasan vaksin tertulis ‘only for clinical trial’ yang ketika di bahasa Indonesiakan artinya ‘hanya untuk uji coba klinis’ alias ‘kelinci percobaan’, isu mengenai vaksin sinovac yang paling lemah menurut standar WHO,” kata Herdie.

“Isu mengenai kandungan vaksin yang mengandung formalin dan boraks yang sangat tidak dianjurkan pada bahan makanan dan obat-obatan, dan isu lainnya yang hari ini harus diclearkan. Termasuk mengenai cara agar kita tetap survive dan produktif di masa pandemi saat ini,” jelas Herdie Indriawien.

Dalam sambutan bapak Wakil Bupati Kabupaten Bulukumba (2016 – 2021), beliau menghimbau agar jangan terlalu takut dan khawatir terhadap covid-19 dan menyampaikan bahwa pemerintah mengupayakan agar meningkatkan jumlah penerima vaksin di Bulukumba.

“Covid-19 tidak semenakutkan sesuai dengan yang dikhawatirkan. Pemerintah Kabupaten Bulukumba sendiri juga sampai dengan saat ini berupaya keras untuk meningkatkan target kuantitas jumlah penerima vaksin,” jelas Pak Tomy dalam sambutannya.

Ibu drg. Lutfiah, MKM menyampaikan agar masyarakat tetap waspada dalam kondisi seperti ini. Pun meski masyarakat yang sudah divaksin harus tetap melaksanakan protokol Kesehatan.

“Saat ini kita harus berhati-hati dalam mengenal istilah yang berkembang seperti new normal, lalu ada lagi istilah adaptasi kebiasaan baru. Jangan sampai istilah seperti new normal dianggap bahwa keadaan sudah normal sehingga tidak perlu waspada dengan situasi saat ini.

Walaupun masyarakat telah divaksin, namun protap kesehatan 3M+1M tetap harus dilanjutkan. Apalagi seluruh negara di dunia merasakan betul dampak dari situasi pandemi saat ini. Bahkan negara adidaya sekalipun seperti USA sangat sulit menghadapi situasi pandemi saat ini,” jelas Wadek Bidang Kemahasiswaan FK Universitas Alkhairaat Palu.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *