Mengukuhkan Depok sebagai Kota Literasi, Kurniadi Sudrajat: Perlu Kolaborasi Para Pihak

  • Whatsapp

Sebagai kota literasi, Pemerintah Kota Depok telah mengeluarkan Peraturan Daerah Kota Depok No. 1 Tahun 2018 tentang Pembudayaan Gemar Membaca, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Perda itu menetapkan pembudayaan gemar membaca di lingkungan keluarga, satuan pendidikan, kelompok masyarakat, hingga dunia usaha.

Selain itu terdapat juga regulasi mengenai kewajiban Pemkot Depok dalam upaya pembudayaan gemar membaca. Serta tak kalah pentingnya mengatur manejemen perpustakaan, Sumber Daya Manusia (SDM), sarana dan prasarana perpustakaan, hingga pengelolaan perpustakaan.

Pengamat pendidikan Kurniadi Sudrajat menyambut positif upaya untuk menjadikan Depok sebagai kota literasi yang terus disosialisasikan sampai saat ini. Menurut Kurniadi, kota literasi harus dibarengi pula dengan penumbuhan semangat literasi di tingkat sekolah.

Dia mencontohkan di SDIT Al Haraki Depok kegiatan literasi yang telah dilakukannya. “Kami menggalakkan GLS di awal dan akhir pembelajaran dengan cara siswa bercerita/mereview buku yang telah dibaca, mengajak mereka untuk membuat tulisan ringkasan buku yang telah dibaca,” kata Kurniadi, pengajar di SDIT Al Haraki.

“Kami juga mengaktifkan peran perpustakaan sekolah dengan cara mengadakan beberapa lomba literasi khususnya pada momen Bulan Bahasa, lomba-lomba tersebut antara lain; lomba membuat karangan, lomba membuat poster, membuat pohon gelis, membuat ringkasan bacaan,” tambahnya.

Selain itu, dia juga mengaktifkan peran siswa sebaya (peer group) dalam upaya mensosialisasikan gerakan cinta baca melalui organisasi siswa. Kegiatan duta literasi bersama pemerintah kota bersama-sama juga penting diaktifkan dalam event-event nasional.

Perpustakaan SDIT Al Haraki bahkan telah terakreditasi dengan nilai A+ dari perpusnas. “Al Haraki pernah menjadi tuan rumah penyelenggaraan SEAMEO yang merupakan event literasi tingkat Asia,” kata Kurniadi yang aktif sebagai Peneliti Center for Islamic and Global Studies (CIGS) tersebut.

Menyinggung soal tantangan literasi di masa sekarang, Kurniadi menjelaskan terkait tantangan media digital yang tidak diimbangi oleh budaya literasinya. “Saya lihat masih rendah kesadaran sekolah akan pentingnya peran perpustakaan dan juga literasinya,” katanya setelah acara diskusi di Depok.

Pada Rabu, 4 Maret, 2020, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Depok bersama Perpustakaan Nasional menggelar acara Pengukuhan “Forum Perpustakaan Kota Depok” yang dibuka oleh Kadis Pendidikan Drs. H. Mohamad Thamrin, SSos, MM, mewaliki Walikota Depok Dr. KH. Muhammad Idris. hadir pula Bunda Literasi Kota Depok Hj. Elly Farida, Drs. Nurcahyo S.Si., M.Si (Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Sekolah/Madrasah/Perguruan Tinggi Pusat Perpusnas RI), Hj. Siti Chaerijah Aurijah, S.Pd. MM. (Kepala Dinas Kearsipan & Perpustakaan Kota Depok), Fahrizal Muhammad M.Si. (Ketua GPMB PD Kota Depok), dan Natasia S.IP (Pustakawan Sekolah SD DIAN DIDAKTIKA Kota Depok), dengan moderator Yanuardi Syukur (Rumah Produktif Indonesia) di zoom (4/3).

Sebagai pengamat pendidikan, Kurniadi berpandangan pentingnya sinergi antara pemkot dengan para pihak seperti sekolah, komunitas, pemuda, dunia usaha, dan lain sebagainya. “Pemkot Depok juga diharapkan membuka ruang kolaborasi dengan pihak sekolah untuk memajukan GLS lewat pelatihan-pelatihan kepenulisan, manajemen perpustakaan, dan best practice literasi sekolah,” tutup Kurniadi yang juga menjabat Sekjen DPP Rumah Produktif Indonesia. []

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *