Jadi Manusia Produktif

  • Whatsapp

Oleh: Abdullah Sartono*

Terus tumbuh dan bergerak itu produktif. Ide yang tak melahirkan gerakan itu sesungguhnya ia tumbuh dengan dan bayang-bayang semu. Pertumbuhan sebuah komunitas itu memerlukan aksi dan gerakan, dan diantara fitrah gerakan itu bergerak. Itu manusia produktif.

Read More

Anak muda ingin punya pasangan, ia harus bergerak, bergerak untuk segera menikah. Orang ingin punya harta, kaya dan berwibawa juga sejatinya ia harus bergerak, bergerak mencari dan melakukan sebab untuk gapai dari apa yang ia citakan. Itu sunnatullah sebab dan akibat juga jalan cerita kehidupan.

Begitu pula dengan alur cerita kemerdekaan. Bangsa yang besar ini lahir dari pergerakan anak bangsa yang sense dan produktif memikirkan pemulihan, menginginkan kebaikan dan kemerdekaan bangsanya. Mereka adalah tokoh pergerakan dan punya jiwa-jiwa produktif sesungguhnya.

Sebuah komunitas juga generasinya yang telah mantap mimpinya, untuk kemudian ia berbesar dada dengan kebenaran mimpinya, adalah diantara kekhasan dan tolak ukur kemerdekaan sebuah entitas dan negerinya. Dikemudian hari, akan pasti diceritakan oleh sejarah panjang dan generasi setelahnya, di masa mendatang.

Itu dibuktikan oleh mereka yang kita sebut sebagai founding father, pendiri bangsa yang punya nama besar di balik cerita panjang kemerdekaan. Yang kemudian kembali diceritakan oleh anak cucunya kita hari ini. Pendiri bangsa itu telah selesai dengan dirinya sendiri. Mereka merdeka jiwa raga dan tidak mau ada penindasan apapun atasnya.

Bahkan, diantara point dari teks konstitusi bangsa ini, bahwa kemerdekaan ialah hak segala bangsa, dan penjajahan di atas dunia harus di hapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Adalah argumen penting yang lahir dari lisan para pendiri bangsa ini. Mereka adalah generasi asing yang memecah kesunyian di ujung lorong gelap kemerdekaan.

Juga orang-orang yang mengalami pergolakan hebat dari ujian hidupnya yang berat, kemudian berbalik menjadi sukses adalah mereka orang-orang inspiratif yang memecahkan kesunyian dari kejumudan cara berpikir kebanyakan orang, dengan terus bergerak untuk melakukan tahapan dan syarat-syarat kesuksesannya.

Kami termotivasi dengan semangat salah satu tokoh muda berpotensi, ia pengurus pusat Majelis Ulama Indonesia, yang juga adalah Presiden dari Rumah Produktif Indonesia, Mas Yanuardi. Dalam beberapa kesempatan dan juga tulisannya, senantiasa mengajak untuk selalu produktif sesuai dengan kapasitas dan keahlian masing-masing. Terima kasih pak Yanuardi Syukur, Candidat Doktor. Saya doakan semoga dimudahkan segala urusan dan penyelesaian studi doktoralnya di Universitas Indonesia.

Lalu, sempat bertanya dalam hati bahwa dengan apa, sehingga banyak orang tangguh itu dapat mendobrak kesunyian juga bangkit dari zona nyamannya. Saya sementara berkesimpulan bahwa mereka bisa merdeka dan naik kelas berikutnya dengan banyak bergerak untuk sambut mimpi, dan tak lupa menada tangan pada mihrab, dan munajat pada sang penciptanya.

Semangat itu kemudian menjadi stimulan dan motivasi besar bagi kami untuk ber’azam dengan memiliki optimisme, terus bergerak merintis dan bangun pendidikan berbasis pontren. Juga dedikasi untuk bangun generasi bangsa dengan inisiasi perintisan Rumah Tahfizh Quran, di beberapa titik di Indonesia Timur yang sedang dan terus berjalan.

Senantiasa bersemangat yang lebih tinggi, tetap produktif juga berbekal keyakinan pada takdir baik dari pemilik langit. Sekalipun rintangan, gelombang dan ujian berat menghadang dalam setiap ikhtiar dan usaha.

*Pengurus Pusat Rumah Produktif Indonesia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *