Dua ‘Hotspot’ Terorisme di Makassar

  • Whatsapp

Pasca terjadinya bom bunuh diri yang di lakukan oleh pasangan suami istri (pasutri), di depan Gereja Katedral Makassar Minggu (29/3/2021). Perkumpulan Rumah Produktif Indonesia (RPI) yang dinahkodai oleh Yanuardi Syukur selaku Presiden RPI mengadakan Undangan Diskusi yang diberi tema, Bom Makassar: Analisis Multiperspektif, yang dilaksanakan langsung  melalui room zoom virtual Selasa (30/3/2021).

Kegiatan ini menghadirkan para pakar yang ahli di bidangnya, sebagai pemantik jalannya diskusi. Pembicara pertama yaitu Ustad Hamka Mahmud S.P.d, M.Pd sebagai perwakilan dari Da’i Kamtibmas Mitra Polri Wilayah Polda Sulsel, di susul pembicara Ke dua Dr. Tasrifin Tahara sebagai Antropolog Unhas, dan Peneliti Sosial-Politik Konflik.

Read More

Pembicara Ketiga Taufik Andrie sebagai perwakilan dari Executive Director Yayasan Prasasti Perdamain (YPP), pembicara ke empat Dr. Sawedi Muhammad, MA sebagai dosen Sosiologi Unhas, dan pembicara terakhir Alto Labetubun sebagai perwakilan Analisis Konflik dan Keamanan. Kegiatan terebut di pandu oleh Moderator Ketua DPP RPI Bidang Pengembangan Kawasan Timur Indonesia yaitu Bapak Hidayat Doe.

Dari kelima Narasumber yang hadir, masing-masing memberikan Analisis dan perspektif yang berbeda terkait dengan oknum yang melakukan bom bunuh diri di Makassar. Salah satu di antaranya ustad Hamka Mahmud berbicara dalam perspektif agama, ia membeberkan bahwa kelompok-kelompok seperti ini (teroris) khususnya di wilayah Makassar, berdasarkan Analisa beliau bahwa titik kumpul kajian kelompok tersebut di Sudiang dan Villa Mutiara.

“Jadi, Villa Mutiara sebelum terjadi penggerebekan, saya sudah dapat info bahwa yang awalnya menjadi titik bergeraknya bom berdua orang ini (pelaku) pernah masuk di telinga saya tentang kelompok ini (teroris) jamaah saya melaporkan ustad ada pengerebekan di villa mutiara,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan oknum teroris yang ada di Villa Mutiara, sama dengan kelompok yang ada di Sudiang, yang menjadi titik perkumpulan oknum teroris tersebut.

“yang di Villa Mutiara ini, ini juga yang di Sudiang, karena di Sudiang Pimpinanya sudah meninggal dunia dan tempatnya sudah di acak-acak di sudiang, maka ia pindah ke tempat barunya di Villa Mutiara”unkap Dai Kamtibmas tersebut. []

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *