Tanah Rejang Tanah Sriwijaya: Nilai Moderasi Beragama dan Kebangsaan

  • Whatsapp

Bila kisah yang didengar adalah kisah tentang legenda Sriwijaya atau mitos yang tidak masuk akal, tetapi banyak situs sejarah menunjukkan itu ada fakta kebenaran nya, keberadaan Sriwijaya sebagai Kerajaan besar di Indonesia bahkan di dunia hingga ke wilayah Asia Tenggara dan berpengaruh lagi hingga ke negara lainnya.

Kerajaan Sriwijaya lebih kepada makna Kerajaan yang sebenarnya yaitu tentang Kerajaan yang menghidupkan nilai nilai Ke Tuhanan dalam melebarkan kekuasaan nya tidak dengan kekerasan apalagi dengan peperangan. Kerajaan dengan makna cahaya kejayaan selalu mengutus utusan yang taat kepada Tuhan dan pemerintah Sriwijaya sehingga dimana pun daerah yang di tunjuk selalu melaksanakan tugas dengan baik.

Read More

Rie Tandan, Puyan Remeyon dan Putri Darah Putih adalah utusan Sriwijaya di Tanah Rejang begitu juga dengan urusan yang lainnya sehingga bisa membangun suatu daerah dengan baik, seperti daerah Lawang Agung (pintu agung) di Sindang Beliti Ulu, Rejang Lebong. Utusan Sriwijaya selalu mengajarkan untuk menjaga alam, saling menghormati dan berjuang dengan kesungguhan hingga rela berkorban untuk Kebangsaan nya yang di cinta.

Bila di telusuri dari berbagai sumber Sriwijaya ada di Tanah Rejang dengan situs Menhir Rimba di Lawang Agung, adanya Batu Dewa, Batu Panco atau situs lainnya yang menunjukkan keberadaan Sriwijaya, seperti keberadaan Sriwijaya di daerah Palembang, Lampu dan Jambi dan daerah di negara Asia Tenggara.

Kesungguhan dan Keihklasan adalah sikap moderat untuk menunjukkan kecintaan kepada bangsa dan negara seperti yang dilakukan oleh setiap utusan utusan Sriwijaya di daerah daerah di wilayah kekuasaannya, menghormati, sikap adil, tidak melakukan tindakan kekerasan dan peperangan untuk berebut kekuasaan, munculnya peperangan adalah tindakan tidak kemanusiaan.

Dari sumber laman rejanglebong disebutkan Suku Rejang adalah salah satu suku bangsa tertua di Sumatera. Suku Rejang mendominasi wilayah Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Bengkulu Utara, dan Kabupaten Lebong. Berdasarkan perbendaharaan kata dan dialek yang dimiliki bahasa Rejang, suku bangsa ini dikategorikan Melayu Proto.

Dikutip dari Ibra Alfaroug ; banyak riset yang dilakukan tentang Sejarah Tanah Rejang hingga dari luar negeri, Australia meneliti tentang Rejang; Penelitian tentang asal-usul dan adat istiadat Suku Rejang telah dilakukan para peneliti diantaranya adalah; Wiliam Marsden dengan Bukunya History of Sumatera tahun 1966.

Hazairin dengan disertasinya De Rejang tahun 1936. M.A Yaspan seorang sarjana Australia National University dengan karya From Patriliny to Matriliny: Structural Change Amongst The Rejang Of Southwese Sumatera tahun 1961-1963. Muhammad Hoesen menulis sebuah naskah tentang Tambo Adat Rejang 1932. Richard Mc Ginn Guru besar Ohio University USA tahun 2006 yang memfokuskan tentang asal usul Bahasa Rejang.

Zayadi Hamzah dengan disertasinya Islam dalam persfektif budaya local, Study tentang ritual siklus kehidupan keluarga Suku Rejang di Kabupaten Rejang lebong tahun 2010. Penelitian Marsden, Hazairin,Mohammad Hoesein Yaspan dan Zayadi tidak secara jelas mengungkapkan tentang asal-usul nenek moyang Suku Rejang. Penelitian mereka menemukan bahwa suku Rejang berasal dari India Belakang.

Sehingga ketika sebagai kaum akademisi dari IAIN Curup yang berada di Tanah Rejang, sudah seharusnya Menggali nilai nilai sosial budaya dan keagamaan Masyarakat Rejang yang relegius, Moderat dan menjadi teladan bagi daerah daerah lainnya. Termasuk keberadaan Sriwijaya dalam menyebarkan pesan pesan Ke Tuhanan di Tanah Rejang. (Sumarto)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *