Meriahkan Bulan Suci Ramadhan, RPI Gelar Kajian Ramadhan

  • Whatsapp

Rumah Produktif Indonesia (RPI), kembali menggelar diskusi melalui room zoom virtual jum’at (16/4/2021).

Kegiatan tersebut bertajuk tema “Internalisasi Thariqah Haddadiyah dalam urban sufisme” Sayyid Muhammad Yusuf Aidid S. Pd, M.Si selaku Naraumber sekaligus pemantik pada kegiatan tersebut, memaparkan materi terkait dengan Thariqah haddadiyah  dalam urban sufisme, dan di pandu oleh Sekjen RPI mas Kurniadi Sudrajat sebagai moderator.

Read More

Dalam muqaddimahnya beliau menyinggung salah seorang peneliti yang bernama Julia day howell ia memperkenalkan urban sufismenya, dimana masyrakat menegah kota sebagai jalan transformasi dari tasawuf modern.

“Beliau (Julia day howell), membawa warna baru dalam ilmu tasawuf ia menemukan satu transformasi tasawuf modern dan urban sufisme. Menurut Julia day howell urban sufisme itu di tujukan pada masyrakat menengah ke atas atau perkotaan”ungkap Sayyid Muhammad Yusuf dalam room zoom tersebut

Dalam pandangannya, Sayyid Muhammad Yusuf mengatakan bahwa awal dari aliran tasawuf pada masa hasan al basri tidak ada orang mengenal tariqah, tariqah muncul itu pada masa abad ke sebelas

“memang dulu kita mengetahui pada masa hasan al-basri tidak ada mengenal tariqah akan tetapi mulai abad ke sebelas tariqah mulai muncul seperti tariqah qadariah, tariqah naqsabandiyah, dan tariqah-tariqah lainnya”jelasnya

Dalam kesempatannya pula ia menjelaskan paham tariqah haddadiyah dan cikal bakal berkembangnya tariqah tersebut.

“Tariqah haddadiyah ini merupakan salah satu tariqah muqtarabah yang di akui di dunia internasional, tariqah ini pula merupakan paham neo- sufisme dari tariqah Alawiyyah yang pencetusnya merupakan ulama besar dan keturunan Rasulullah SAW yaitu Imam Abdullah bin Alwi Al Haddad”jelas beliau

Lebih lanjut ia menjelaskan keturunan dan kelahiran  Imam Haddad, yang tidak lain bersasal dari salah satu  kota besar di Yaman yaitu Kota Tarim.

“Beliau (Imam Haddad), Lahir di Tarim, Hadramaut, senin 5 safar 1044 hijriah. Dan ayahnya bermana Sayyid Alwi bin Muhammad yang dikenal sebagai orang soleh, dan ibunya bernama Salam bin Umar Balwi” lanjutnya

Peran tariqah Haddadiyah dalam aspek penyebarannya menurut penjelasan beliau bahwa tariqah ini mengandung dua unsur atau model dalam penyebarannya ada yang bersifat khusus dan ada yang umum.

“dalam penyebaran dakwahnya Imam Al- Haddad menyesuaikan dengan perkembangan zaman dimana manusia itu di sibukkan dengan dunia dan sedikit mengingat akhirat di akhir zaman. Sehingga penyampainnya mudah di terima  masyrakat dan mudah di implementasikan bagi orang yang mendengar dan menyimak”pungkas beliau[]

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *