Kartini dan Keabadian

  • Whatsapp

Oleh: Widya Rizky Pratiwi*

Tak perlu ramai berkisah siapa gerangan RA Kartini sebab ribuan sketsa dan coretan yang terpampang di medsos telah cukup mendongeng potret pendekar wanita ini. Sang pelopor kebangkitan perempuan pribumi nusantara. Tokoh emansipasi wanita dengan pemikiran maju yang berwawasan kebangsaan. Antusiasme dan gelora yang pantang menyerah memperjuangkan kedaulatan wanita dalam pendidikan. Hingga dikenang sebagai pahlawan nasional.

Read More

Kisah kisahnya dapat menjadi inspirasi bagi semua kalangan, khususnya bagi kebangkitan seorang perempuan. Hingga berpengaruh pada cara pandang dan pola kehidupan bangsa Indonesia saat ini.

Salah satu kutipan RA Kartini yang menjadi cambuk motivasi adalah: “Perempuan yang pikirannya telah dicerdaskan, pemandangannya telah diperluas, tak akan lagi hidup dalam dunia nenek moyangnya.”

Orang-orang yang hidup di zaman “nenek moyang”-lah yang masih terbelenggu dengan ideologi kolot yang tidak 100% benar dengan mengelirukan wanita karena karir dan pendidikan yang tinggi. Manusia-manusia ini yang kadang membuat banyak perempuan merasa insecure ketika ingin menerkam mimpinya.

Meskipun riwayat RA kartini masih diperdebatkan dan menuai kontroversi, namun salah satu kecerdikan yang dapat dipetik adalah bagaimana bisa seorang “Kartini” yang wafat di usia sangat muda dapat abadi dan dikenang sepanjang hayat?

Yaa…karena beliau “menulis”.

“Menulislah agar nama kita akan tetap lestari dalam lingkaran metamorfosis kehidupan. Dan kita tak lekang oleh bergulirnya waktu”.

* Sekretaris Bidang Bahasa DPP RPI

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *