Ramadan Positif, Ramadan Produktif

  • Whatsapp

Oleh Maghdalena (Ketua DPW Rumah Produktif Indonesia Sumatra Barat) 

Tahun ini adalah tahun kedua umat islam menjalankan ibadah di bulan ramadan dalam kondisi pandemi yang mengekang. 
Walaupun banyak aktivitas yang telah diperbolehkan untuk dilaksanakan di luar rumah dengan aturan prosedur kesehatan yang ketat, namun tetap saja, nuansa ramadan yang identik dengan bulan silaturahmi, bulan sedekah sedikit tergerus.

Ada kebiasaan-kebiasaan baik yang turun temurun dilaksanakan selama bulan ramadan ini pada tahun-tahun sebelumnya, hari ini menjadi sesuatu yang mahal harganya. Menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan dan tentu saja, menumbuhkan rasa rindu. Rindu bisa berkumpul dengan rekan-rekan. Rindu masa-masa ketika dapat dengan bebas berbuka bersama kala magrib tiba, rindu bertandang ke tetangga sebelah, berbagi perbukaan dan makanan, lalu bercerita lepas. Kebiasaan itu masih tetap ada, namun tidak seleluasa dulu.

Namun kita tidak boleh membiarkan diri terpuruk. Tidak pantas jika kita masih menyesali, dan mengutuki keadaan. Karena semua ini adalah skenario Allah yang berada di luar batas kuasa manusia untuk mengendalikannya. 

Ada begitu banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mengisi bulan mulia ini agar diri tetap kreatif dan produktif.

Yang pertama, buatlah daftar target ibadah pribadi yang ingin dicapai di ramadan kali ini. Lalu konsistenlah dalam melaksanakannya. Ini penting sekali. Daftar target tersebut akan menjadi panduan kita untuk melaksanakan banyak ibadah agar tidak terbuang sia-sia.
Meskipun ramadan telah 10 hari berlalu, namun tidak ada kata terlambat untuk menyusun ulang target ibadah harian. Apalagi 10 malam kedua dan ketiga lebih berlimpah janji pahala dari Allah. Jika selama ini kita belum membuat daftar target ibadah harian, maka mulai sekarang buatlah target itu. Tuliskan. Lalu tempel di tempat yang dapat sering-sering terlihat. Bisa di cermin di kamar. Di dinding. Di pintu masuk kamar atau di mana saja yang mudah terlihat. Sehingga setiap kali kita melewatinya, kita akan kembali teringat untuk mengejar target tersebut.

Pada hakekatnya, segala perbuatan baik dengan niat karena Allah adalah ibadah. Oleh karena itu, selain membuat target ibadah-ibadah harian, hal kedua yang bisa dilaksanakan adalah dengan melakukan kegiatan positif yang kita senangi.

Ramadan bisa menjadi momen bagi kita untuk menuai lebih banyak pahala dengan menyulap hobi atau passion menjadi ladang pahala.
Misalnya, bagi yang suka tiktok, tetap boleh tiktok-an selama bulan ramadan, tapi isilah dengan konten-konten yang bermanfaat. Konten tiktok bisa diisi tentang keindahan surga dan beratnya siksa neraka, bisa juga dengan tebak-tebakan nama nabi dan rasul, kisah-kisah bermanfaat, atau mungkin dengan menyenandungkan alquran dengan suara yang merdu. Dengan demikian, hobi dan kesenangan tetap dapat tersalur, dan dampak positif di baliknya, kita bisa menuai pahala karena konten yang kita buat menjadi ladang syiar bagi yang menontonnya.

Atau bagi yang hobi menulis, daripada menulis sesuatu yang sifatnya tidak berfaedah, atau malah memecah belah, maka di bulan ramadan ini, mulailah menulis tentang hal-hal yang membawa manfaat dan membuat banyak orang tercerahkan karenanya. 

Poin ketiga, manfaatkan waktu di bulan ramadan untuk belajar dan meningkatkan kapasitas diri. Ada begitu banyak seminar online yang dilaksanakan terkait dengan skill dan peningkatan potensi diri. Bagi yang hobi berbisnis, ada begitu banyak seminar bisnis baik gratis atau berbayar yang dapat kita ikuti. Atau misalnya, yang hobi berkebun, saat ini, tidak sedikit lembaga dan komunitas pencinta kebun dan tanaman mengadakan seminar online gratis bagi siapa saja yang berminat mengikuti. Belum lagi pelitan menulis, memasak, desain grafis dan lain-lain yang hari ini bertebaran di dunia maya, yang dapat kita ikuti sambil di rumah tanpa harus kemana-mana. 

Ramadan masih ada 20 hari lagi. Masih banyak kesempatan untuk menabung pahala dengan melaksanakan ibadah dan kegiatan-kegiatan positif dan produktif, demi meningkatkan kapasitas diri juga untuk menabung pahala sebanyak-banyaknya.

Jika 10 hari yang telah berlalu terasa masih dilalui dengan kesia-siaan, maka ayo berbenah. Mulai kembali menata segala rencana, agar tidak ada waktu yang berlalu begitu saja, tanpa mengandung manfaat dan kebaikan di dalamnya. 

Padang, 22 April 2021

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *