Sehat dengan 3 i: Iman, Imun, dan Ilmu

  • Whatsapp

Oleh: Yanuardi Syukur*
Saat pandemi–apalagi di masa naik-naiknya kasus–kita perlu meningkatkan tiga hal: iman, imun, dan ilmu.
Iman ditingkatkan dengan ibadah yang makin khusyuk. Makin ingat bahwa kita manusia–sekuat apapun–kita butuh penguat spiritual. Makin rajin ibadah, makin ada peluang untuk khusyuk dan meningkatnya iman-itas tubuh.


Iman meningkat sebab amalan seperti ibadah atau sedekah sekecil apapun itu. Misal, berbagi kalimat baik di medsos, itu bagian dari amalan baik yang kalau dilatih akan meningkatkan rasa empati, cinta kebaikan, nggak mau sebar yang merusak, dan akan berdampak juga pada naiknya semangat hidup, ibadah. Artinya, iman itu bisa dinaikkan sebab amal-amal ringan. Imun dapat ditingkatkan dengan konsumsi makanan sehat. Konsumsi yang herbal-herbal dan natural, kurang minyak, santan, dan lemak juga bagus untuk tubuh. Makin sehat makanan kita makin berpeluang untuk meningkatnya imunitas tubuh.


Usahakan dari sekarang kurangi makanan yang tidak sehat untuk jangka panjang. Apa yang enak-enak bisa jadi enak sekarang tapi nggak enak ke depannya. Kita harus bisa menahan diri dari hal-hal yang enak tapi bisa bikin nggak enak di masa datang.
Sedangkan ilmu dapat ditingkatkan dengan belajar. Belajar bisa dengan membaca, mendengar dan berpikir. Yang bisa membaca, maka jumlah bacaannya yang ditingkatkan berikut dengan kualitas bahannya. Makin rajin belajar makin mengerti kita hakikat sesuatu, termasuk terkait hal-hal baru seperti covid ini.


Dr. Mochtar Marhum, punya kalimat bijak yang dibagikannya di grup Dosen Indonesia Semesta: “Dua Vaksin yg dibutuhkan masyarakat yaitu Vaksin Antibodi dan Vaksin Antibodo. Vaksin Antibodi disuntikkan melalui program vaksinasi agar masyarakat terhindar dari virus Corona dan Vaksin Antibodo ditanamkan melalui edukasi agar masyarakat melek literasi terhindar dari hoax.” (2/7/2021: 07.36 WIB).

Betul kata Pak Mochtar. Kita tambahkan satu lagi: iman. Iman, imun, dan ilmu kita perlu ditingkat di masa sekarang. Makin cakap dalam tiga ini insya Allah makin sehat lahir dan batin kita. Jika di rumah sempat nonton atau baca, cobalah mengambil hal baik dari situ. Kemaren saya nonton film Rusia, settingnya 1900 di St. Petersburg. Ada seorang ayah yang sakit–muntah darah. Anaknya ingin bawa bapaknya berobat ke Jerman. Si anak baru saja dipecat, akhirnya dia gabung dalam kelompok kecil pencopet.


Suatu malam, anak lelaki itu bawa uang banyak. Diletakkannya di meja. Ayahnya ragu ini didapat dari yang halal. Ayah minta agar dia kembalikan uang-uang itu. Kata ayahnya, “Kamu ingin mengobati tubuh saya, tapi saya ingin obati jiwa kamu.” Maknanya: dalam membantu orang memang penting untuk mengobati tubuh namun jangan sampai membuat jiwa sakit. Mencuri, dalam film itu, di mata ayahnya yang kerjanya tukang listrik, adalah tercela. Dan, dia nggak ingin anaknya yang ingin obati ayahnya tapi merusak jiwanya sendiri.


Saat teringat ayahnya, si laki-laki terbayang waktu masih kecil diajarin cara jalan pakai ice skating. Kata ayahnya, “lihat ke depan, jangan lihat ke bawah.” Akhirnya, bisa juga anak itu jalan pakai ice skating. Bagi mereka yang senang nonton–atau baca buku, berita–kita harus ambil apa wisdom yang dapat memperkaya jiwa kita Makin kaya jiwa, makin baik untuk bertahan di masa-masa sulit, apalagi kayak sekarang. Mari tingkatkan iman, imun, dan terus tingkatkan ilmu dan kebijaksanaan. Salam sehat untuk semuanya. *

Depok, 4 Juli 2021

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *