Mengatasi Waswas di Masa Pandemi

  • Whatsapp

Oleh : Zaima Mufaniri*

Memasuki tahun kedua pandemi ini, membuat kita makin gamang menghadapi setiap kemungkinan yang ada. Dengan melihat penanganan dan sikap masyarakat, kita cenderung tidak yakin bahwa dapat segera teratasi dengan cepat dan baik. Hal ini secara langsung juga dapat menumbuhkan sikap waswas karena situasi yang ada seperti berada di luar kendali kita. Ini adalah hal yang wajar bahkan merupakan “alarm waspada” agar kita mempersiapkan diri untuk menghadapinya.

Read More

Rasa waswas sendiri ini bila tidak dikelola dengan baik dapat mempengaruhi aktivitas kehidupan kita sehari-hari. sehingga dapat dikatakan sebagai gangguan kecemasan. Susah tidur, stres, sering sakit kepala, jantung berdebar, lelah berkepanjangan adalah ciri-ciri dari gangguan kecemasan yang akan memberikan dampak negatif terutama dalam waktu yang panjang. Tentu kita tidak ingin hal ini terjadi pada diri kita. Berikut adalah beberapa ikhtiar yang bisa kita lakukan.

Pertama, merapikan dulu kondisi raga kita. Tubuh perlu mendapat asupan yang baik dengan makan makanan bergizi seimbang dan pasokan vitamin yang diperlukan guna meningkatkan imun. Minum air putih yang banyak, hindari minuman berakohol, lebih baik juga menambahkan minum air rebusan rimpang-rimpangan atau jamu yang khasiatnya telah dibuktikan sejak jaman nenek moyang kita. Istirahat dan tidur yang cukup serta berkualitas. Lakukan olah raga secukupnya dan dilakukan dengan penuh keriangan. Bila memungkinkan belajar meditasi agar kita bisa berkomunikasi dengan tubuh kita sendiri.

Kedua, menata waktu yang dimiliki. Masa pandemi yang memaksa kita untuk berdiam di rumah dalam waktu yang lama memerlukan pengelolaan yang khusus pula. Untuk yang melaksanakan Work From Home tentu lebih mudah dilaksanakan. Untuk para pebisnis yang sedang sepi usahanya dan ibu rumah tangga yang tidak bisa melakukan aktivitasnya di luar tentu berbeda. Alih-alih melamun merenungi nasib, lebih baik waktu yang ada digunakan untuk melakukan berbagai kegiatan positif. Pilihlah kegiatan yang dimana saat kita melakukannya kita merasa bahagia. Seperti berkebun, mencoba resep masakan baru, menata barang-barang yang selama ini berantakan, atau pun melakukan usaha dari rumah seperti jualan online dan lain-lain.

Ketiga, meningkatkan spiritualitas. Islam menganggap rasa waswas ini berasal dari godaan syaitan. Untuk itu meningkatkan hubungan dengan Sang Khalik adalah hal utama dalam mengantisipasinya. Caranya adalah selalu menjalankan perintah dan meninggalkan laranganNya, banyak berzikir, memohon ampunan, banyak bersyukur atas semua nikmat yang telah diberikan selama ini.

Keempat, mencamkan kepada jiwa untuk siap mati kapan saja. Sikap waswas timbul biasanya karena takut akan kematian yang datang menghampiri. Tidak siap untuk menghadapinya. Yakin bahwa setiap yang bernyawa akan mati dan telah ditentukan waktunya bahkan sebelum dilahirkan akan mengurangi ketakutan tadi. Saat kita berserah diri untuk diatur, dirapikan dan ditata hidupnya agar sesuai dengan kehendakNya. Maka akan tumbuh sikap tawakal, dimana batin kita akan sunyi dari berbagai keluhan dan sikap waswas yang menghantui kehidupan. InsyaAllah. *

Penulis adalah konsultan bangunan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment